Destiny [Part Two]

“Mwoya? Kafe Bon Francis? Aku baru pertama kali kesini….” gumamku pelan setibanya di depan gedung berarsitektur Eropa Tua dengan simbol menara Eiffel di sebelah papan besar bertuliskan “Bon Francis Cafe”.

Sekarang sudah lewat 10 menit dari jam yang dijanjikan oleh Sungmin, jam 8. Apakah aku langsung masuk saja? Aku sibuk berpikir apakah aku harus masuk atau tidak, sampai seorang pelayan dari Cafe ini menyapaku.

“Aggashi, anda bernama Lee Eunri?” tanyanya sopan.
“Ah, benar. Apakah ada orang yang membuat janji denganku disini?” tanyaku balik.
“Tentu saja, silahkan masuk.” jawab pelayan itu lalu membukakan pintu untukku, ia membawaku ke meja nomor 7 lalu menyuruhku duduk.
Ah Sungmin-ssi benar-benar. Ia menyuruhku datang kemari tapi dia sendiri telat? Sudah lewat 25 menit dari jam delapan. Aku benar-benar tidak suka orang yang terlambat.

Disaat aku sedang asik-asiknya memaki sang pembuat janji, tiba-tiba piano di Cafe itu berdenting dan mulai terdengar harmonisasi piano yang indah dan lembut. Aku berusaha melihat sang pemain, tetapi tidak juga terlihat karena tertutup piano tersebut.

“Permisi, apa anda tahu siapa yang bermain piano itu?” tanyaku pada akhirnya pada seorang pelayan yang kebetulan sedang berdiri dekat di mejaku.

“Oh itu, dia adalah Lee Sungmin.” jawab pelayan tersebut.

“Sungmin… Sungmin… Sungmin??” reaksi ku lambat sekali untuk mengetahui bahwa yang bermain piano itu adalah Sungmin.

Tak lama kemudian, permainan piano nya berhenti lalu sosok Sungmin pun muncul dari balik piano itu. Mataku membulat, ia memakai jas dengan sangat rapi, terlihat sangat tampan melebihi semua orang yang pernah kulihat. Mataku terus terpaku padanya sampai ia harus melambaikan tangan kearahku agar aku sadar.
Continue reading

He’s My Love [Part 4 of 5]

“Lalu kenapa kau membiarkanku terluka seperti ini?”

Hening sebentar, Zhoumi seperti seadng mencari-cari jawaban sedangkan aku menatapnya menuntut penjelasan secepat mungkin.

“Itu karena….”

“Yak! Sudah cukup waktu kalian untuk berbincang bincang!!” seru Donghae oppa dengan riangnya sambil membuka pintu kamarku lebar-lebar.

Aku menatap Donghae oppa sebal, kenapa ia harus memotong pembicaraan kami disaat yang penting seperti ini?

“Mwoya? Kenapa seperti itu ChoonHee-ya? Zhoumi kau boleh pulang sekarang, jam besuk pasien sudah selesai!” kata Donghae oppa dan bergaya ala suster genit.
Continue reading

Destiny [Part One]

-Lee Eunri P.O.V-

“Eomma aku pulang!” seruku dari depan pintu rumah lalu aku segera berlari ke kamarku.

“Eunri, cuci mukamu dulu!” seru eomma yang baru saja keluar dari kamarnya dengan mengenakan duster pink kesayangannya.

“Ne..” jawabku asal tapi akhirnya aku hanya menaruh tas dan menyalakan laptopku. Aku membuka online game yang akhir-akhir ini sedang getol kumainkan, sebuah game Virtual World. Aku baru memainkannya selama 4 hari tapi aku sudah sangat tertarik akan game ini. Karena aku bisa berkenalan dengan orang-orang dari seluruh dunia, sungguh menyenangkan! Dan satu lagi yang membuatku tertarik, aku sangat berharap bisa menemukan ‘takdir’ku disini, walaupun kedengarannya bodoh, tapi aku sangat mendambakan hidupku akan berjalan seperti cerita-cerita yang ada di novel kesayanganku.

“Ehem! Eunri, kurasa lebih baik kau mandi. SEKARANG!!” teriak eomma yang tiba-tiba berada di depan pintuku. Aku terkejut lalu segera pergi ke kamar mandi.
Continue reading

He’s My Love [Part 3 of 5]

Aku berjalan ke sekolahku dengan langkah gontai, seminggu setelah kejadian Zhoumi membentakku di sekolah. Soohyun oppa sama sekali tidak mengajakku bicara setelah hari itu, begitu pula dengan Zhoumi.

“Jangan pelan-pelan, bergeraklah lebih cepat!” suara Jonghyun terdengar di sampingku.

“Aku lelah.” ucapku tak bersemangat.

“Roh mu keluar ya? Ayo semangat!” kata Jonghyun sambil tertawa.

Aku pun tersenyum tipis  mendengar perkataannya. Tiba tiba handphone milik Jonghyun berbunyi dan ia segera membuka handphonenya.

“Nugu?” tanyaku dengan rasa mau tahu.

“Aniyo, ini… Zhoumi memintamu untuk pergi mememuinya.” kata Jonghyun.

“Jinjjayo? Dimana??” tanyaku terkejut, setiap kali bertemuku dia selalu membuang muka bahkan dia bermesraan dengan perempuan lain di depanku! Itu sangat membuatku sakit hati.
Continue reading

White Day is on the Air!

Pada tanggal 14 Maret 2012, tepat pada hari White Day, semua keluarga Park dan Lee berkumpul di sebuah rumah megah nan mewah, yang tak lain dan tak bukan adalah rumah keluarga Park!!

CH: Horee, hari ini White Day loh. *joget-joget*

Kyuhyun: Terus……

CH: Ih ga romantis! Cowo kan pasti kasi cokelat ke cewe *manyun*

Kyuhyun: Tau kalii.. Nih, gue ada cokelat buat lo…. *senga*

CH: mana mana?? *masih seneng*

Kyuhyun: Bentar, kayanya tadi kedudukan sama pantat gue yang seksi.. Nih *nyodorin*

CH: Lembek-lembek gini……

Kyuhyun: Taro aja kulkas, nanti juga beku lagi walopun bentuknya abstrak.

CH: Ih, yaudah deh.. *manyun*

Sewaktu ChoonHee berjalan ke kulkas, tiba-tiba Hangeng dan Heechul Oppa segera berlari kearah kulkas. Jadi ChoonHee gabisa naro coklatnya di kulkas. Continue reading

[Prolog] Destiny

PROLOG

-Lee Sungmin-

Hah? Takdir? Apa yang dimaksud dengan takdir, katamu? Hanya anak-anak pecinta dongeng yang percaya akan takdir. Dan aku, seorang Lee Sungmin, tidak akan percaya akan yang namanya takdir. Perjumpaanku dengan wanita pemuja takdir itu hanyalah keputusan dunia untuk mempertemukan kami berdua karena dunia terus berputar. Semuanya hanya kebetulan. Tanpa kecuali.

-Lee Eunri-

Takdir itu ada! Bagiku, apapun yang terjadi kepada kita, tanpa kehendak kita, itulah yang namanya takdir! Duapuluh sen yang jatuh ke kolong loker tanpa disengaja pun, aku percaya itu takdir. Karena itulah aku berjumpa dengan orang yang ditakdirkan untuk bertemu denganku. Biarpun orang bilang takdir di tangan kita. tapi sekali lagi, aku percaya, apapun yang kita pilih, itulah takdir itu. Aku yakin. Tanpa kecuali.

___

Perbedaan pendapat kedua orang ini tentang takdir sangatlah berolak belakang. Lalu, apakah takdir itu benar-benar ada? Kenapa hal-hal kecil yang terjadi tanpa sengaja, lalu tanpa kita sadari dapat membawa perubahan besar dalam hidup kita?

Mungkin seorang Lee Sungmin akan sangat muak dan menyesal bertemu dengan seorang gadis bernama Lee Eunri, sang pemuja takdir.

Ini mungkin hanya sebuah cerita, tapi semua tergantung padamu….

___

One Fine Spring Day

nb: karena gatau mau ngasih judul apa + ga kreatip ^^v ___________________________________________________

Henry P.O.V

Aku duduk di toko Es Krim di taman dekat kantor ku sambil menghirup udara musim semi yang sejuk. Enak sekali suasana ini~! (^o^) Aku suka sekali~!

Tiba tiba suara yang ribut mengganggu suasana tenang tadi, aku menoleh dengan kesal karena ada seorang perempuan yang mengganggu tadi. Ternyata dia mau masuk kedalam toko ini, tetapi dia tidak sengaja menginjak ekor kucing yang sedang duduk di depan toko tadi. Dasar gadis ceroboh (=w=”)\ Lalu dia duduk dua bangku disebelahku dan menyeka keringatnya.

“Sir.. eh.. Ajjushi~!” panggil gadis itu dan JungSoo ajjushi datang sembil tersenyum. “Ajjushi, aku pesan 1 cone es krim ya, yang dua scoop.. Oh ya, ajjushi.. Aku pesan supaya buah Cherry nya lebih banyak ya ajjushi, nanti aku bisa tambahkan uangnya. Gomawo..” ucap nya panjang lebar lalu duduk dan memainkan handphone nya.

Aku terus memandang nya heran, bagaimana bisa memesan es krim dengan cara seperti itu? Membayar agar Cherry nya bisa lebih banyak? Es krim pesanan nya pun datang, ia langsung melahap es krim nya. Aku ingin tertawa melihatnya.

Tiba tiba ia menoleh dan berkata, “Ada apa melihatku?” Aku tersentak lalu mengalihkan pandanganku dan tidak menjawabnya lalu berdiri, “Ajjushi, berapa harganya?” bisa kulihat dari ujung mataku kalau ia menatapku heran tapi kemudian fokus kembali ke es krim nya. “2.000 won” jawab  JungSoo ajjushi.
Continue reading