“Mwoya? Kafe Bon Francis? Aku baru pertama kali kesini….” gumamku pelan setibanya di depan gedung berarsitektur Eropa Tua dengan simbol menara Eiffel di sebelah papan besar bertuliskan “Bon Francis Cafe”.
Sekarang sudah lewat 10 menit dari jam yang dijanjikan oleh Sungmin, jam 8. Apakah aku langsung masuk saja? Aku sibuk berpikir apakah aku harus masuk atau tidak, sampai seorang pelayan dari Cafe ini menyapaku.
“Aggashi, anda bernama Lee Eunri?” tanyanya sopan.
“Ah, benar. Apakah ada orang yang membuat janji denganku disini?” tanyaku balik.
“Tentu saja, silahkan masuk.” jawab pelayan itu lalu membukakan pintu untukku, ia membawaku ke meja nomor 7 lalu menyuruhku duduk.
Ah Sungmin-ssi benar-benar. Ia menyuruhku datang kemari tapi dia sendiri telat? Sudah lewat 25 menit dari jam delapan. Aku benar-benar tidak suka orang yang terlambat.
Disaat aku sedang asik-asiknya memaki sang pembuat janji, tiba-tiba piano di Cafe itu berdenting dan mulai terdengar harmonisasi piano yang indah dan lembut. Aku berusaha melihat sang pemain, tetapi tidak juga terlihat karena tertutup piano tersebut.
“Permisi, apa anda tahu siapa yang bermain piano itu?” tanyaku pada akhirnya pada seorang pelayan yang kebetulan sedang berdiri dekat di mejaku.
“Oh itu, dia adalah Lee Sungmin.” jawab pelayan tersebut.
“Sungmin… Sungmin… Sungmin??” reaksi ku lambat sekali untuk mengetahui bahwa yang bermain piano itu adalah Sungmin.
Tak lama kemudian, permainan piano nya berhenti lalu sosok Sungmin pun muncul dari balik piano itu. Mataku membulat, ia memakai jas dengan sangat rapi, terlihat sangat tampan melebihi semua orang yang pernah kulihat. Mataku terus terpaku padanya sampai ia harus melambaikan tangan kearahku agar aku sadar.
Continue reading


